Rencana Pengoperasian Bus Pariwisata Cipanas (Garut) – Jakarta


Rencana pengoperasian bus “pariwisata” ini dimotori oleh Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, yang menurut Rapat Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan UMKM dan Industri Pariwisata Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian didasari atas terpilih Kabupaten Garut sebagai pilot project untuk pengembangan usaha kecil dan menengah dan merupakan rekomendasi dari Tim Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat melalui Industri Pariwisata yang dibentuk berdasar Keputusan Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Nomor Kep-05/D.IV.M.EKON/01/2010 Tanggal 5 Januari 2010. untuk mendukung pengembangan KUKM Kabupaten Garut, Tim Monev merekomendasikan langkah-langkah untuk mendukung perekonomian Kabupaten Garut sebagai berikut :

  • Agar aksesibilitas Kabupaten Garut ditingkatkan khususnya untuk pasar potensial Jakarta ;
  • Agar Dirjen Perhubungan Darat mengijinkan / menginstruksikan Perum DAMRI untuk melakukan perintisan jalur transportasi bus ber-AC langsung dari Stasiun Gambir ke Cipanas yang merupakan pusat pariwisata Garut. Stasiun Gambir diusulkan karena posisinya yang strategis sebagai hub transportasi Jakarta dan sekitarnya ;
  • Anggota tim Monev dari Ditjen Perhubungan Darat mengusulkan agar tempat pemberangkatan bis pariwisata dimaksud bukan dari Gambir melainkan Terminal Bis DAMRI Kemayoran ;
  • Anggota Tim Monev dari Ditjen Perhubungan Darat menyarankan agar Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian mengirim surat ke Ditjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan.

Atas rencana tersebut, Asisten Daerah Kabupaten Garut menyampaikan terima kasih atas terpilihnya Kabupaten Garut sebagai pilot project pengembangan usaha kecil dan menengah, disampaikan juga bahwa kesiapan Kabupaten Garut akan pengembangan kepariwisataan terus meningkat dengan banyak dibangunnya tempat-tempat wisata seperti Pasar Wisata di Situ Bagendit, Taman Satwa dan Kawasan Cipanas, hal ini juga sudah direncanakan dan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Garut. Permasalahan yang dihadapi Kabupaten Garut adalah jalur transportasi yang kurang mendukung seperti dengan adanya kemacetan lalulintas di Nagreg dan sekitar Kahatex, permasalahan kepengusahaan angkutan adalah banyaknya perusahaan yang gulung tikar sebagai contoh PO. Mekaraya yang awalnya memiliki 200 bus dan sekarang tinggal 7 bus saja, PO. Intan Raya yang tinggal memiliki bus-bus tua dan PO. Karunia Bhakti yang sudah banyak “keluhan”.

dalam rapat yang dilaksanakan pada Hari Jum’at Tanggal  30 April 2010 pukul 09.00 WIB – selesai, bertempat di Hotel Tirta Gangga, Jalan Raya Cipanas, Garut, dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah, pemerintah provinsi, kabupaten Garut dan perwakilan pengusaha disampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyampaikan mendukung rencana pengoperasian bus khusus angkutan pariwisata Jakarta – Garut dengan mengutamakan pengusaha lokal, bukan dari DAMRI.
  2. Perwakilan Pengusaha bus Kabupaten Garut menyampaikan nada keberatan pengoperasian bus rute ini dengan pertimbangan bahwa pendapatan pengusaha bus terus menurun selama sembilan tahun terakhir sehubungan dengan perpindahan pada penggunaan kendaraan pribadi.
  3. Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut menyampaikan target kepariwisataan Kabupaten Garut yang diprediksikan akan terus meningkat diatas 7,5% per tahun dan mencapai angka 3 juta wisatawan yang menuju Kabupaten Garut, terselesaikannya Jalan Tol Cisumdawu akan berdampak positif pada kepariwisataan di Kabupaten Garut. Permasalahan yang dialami saat ini adalah minimnya infrastruktur dalam kota dan sumber daya manusia yang belum memadai.
  4. Perwakilan Dinas Pariwitasa dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menyambut baik pembangunan kepariwisataan Kabupaten Garut dan telah mengucurkan dana sebesar 2,4 Milyar untuk pembangunan UKM, yang perlu dipertimbangkan adalah effek (negatif) yang mungkin timbul setelah pembangunan pariwisata ini seperti masalah sosial dan politik.
  5. Perwakilan Pengusaha Hotel dan Restoran Kabupaten Garut menyambut gembira dengan terpilihnya Kabupaten Garut sebagai pilot project pembangunan pariwisata dan menyampaikan kondisi kemacetan lalulintas di Kawasan Cipanas yang terjadi pada Hari Sabtu/Minggu yang disebabkan minimnya jalur-jalur keluar masuk, karenanya diminta kepada Pemerintah agar dapat meningkatkan infrastruktur jalan. Direncakanan pula akan dibangun art centre di Kabupaten Garut yang dapat digunakan untuk mempromosikan budaya Garut.
  6. Dinas Bina Marga Kabupaten Garut menyampaikan minimnya anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan sebagai contoh pada Tahun 2008, anggaran yang disediakan adalah Rp 26 milyar dan 17% nya digunakan untuk pengembangan jalur-jalur pariwisata, pada Tahun 2010 hanya tersedia Rp  14 Milyar dan hanya mampu membangun jalan untuk 1 kilometer saja.
  7. Perwakilan Kementrian Perekonomian menyampaikan kurang nyamannya transportasi menuju Kabupaten Garut padahal Kabupaten Garut memiliki potensi sangat besar dalam kepariwisataan. Apabila dibandingkan dengan Wisata Baruraden di Purwokerto, air panas di Garut memiliki banyak kelebihan seperti air yang lebih jernih, tidak berbau belerang, dan tidak berwarna namun jalur transportasi menuju Baturaden lebih baik daripada ke Garut.
    Perwakilan Kementrian Dalam Negeri menyampaikan konsep pembukaan jalur angkutan pariwisata Jakarta – Garut yang diprediksikan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah sampai 50% diantaranya dari pajak hotel dan restoran serta reklame, dapat meningkatkan retribusi daerah diantaranya dari retribusi pemakaian daerah, retribusi terminal, perijinan trayek, dan IMB, selain itu dapat meningkatkan juga lain-lain pendapatan seperti peningkatan pendapatan hibah, peningkatan pendapatan pemilik hotel dan restoran, dan peningkatan pendapatan lainnya.

kalo saya boleh tanya, Anda (yang baca tulisan ini) mendukung ato keberatan atas rencana pengoperasian bus “pariwisata”  rute Cipanas (Garut) – Jakarta ini ? dan apa alasan atas jawaban Anda itu? (kayak ujian tengah semester aja niy! hehehe)

Share

About these ads

8 gagasan untuk “Rencana Pengoperasian Bus Pariwisata Cipanas (Garut) – Jakarta

  1. saya mendukung atas usaha rencana pusat untk meningkatkn prokonomjan garut dgn mencari,menggali sumber potensi garut baik wisata,agro industri,serta pemenuhan2 kebutuhan infrastktur termasuk PROYEK BENDUNGAN COPONG yg banyak dinanti petani2 garut untuk suasembada ketahanan pangan,yg akan memenuhi kebutuhan 2.400.000. lbih penduduk garut dewasa ini

  2. lebih cepat lebih baik, Garut daerah yg indah, kami tinggal di tangerang banten, ingin lebih sering2 ke sana, tapi pengalaman beberapa kali mendapatkan transportasi ke dan dari Garut yang payah… Rancana Pemerintah jangan cuma wacana di lokakarya aja dong, Keburu abis dananya buat ngobrol2..ayo realisasikan.

  3. Setuju saja, dahulukan dulu infrastruktur jalan. Lebih baik jalannya dulu kan bus dan mobil pribadi udah banyak. Kalaubisa jangan garut bagiaan barat saja tapi garut bagian timur jugA donk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s