Permasalahan Angkutan Umum


Dalam prakteknya masalah terlihat atau dirasakan oleh pengguna dan masyarakat adalah kondisi pelayanan sistem angkutan umum, seperti : kenyamanan, tarif, waktu perjalanan, waktu tunggu, aksesibilitas dan lain sebagainya. Namun jika dilihat secara detail, masalah operasional tersebut merupakan hasil interaksi penyusunan kebijakan. Dengan demikian bagaimanapun juga penyelesaian masalah angkutan umum di Jawa Barat harus dimulai dengan mengkaji kebijakan makro sistem kota dan kebijakan manajemen angkutan umum yang ada, yang kemudian dilanjutkan dengan menyusun program secara teknis di lapangan. Pengkajian masalah yang ada dapat dibedakan secara terirarkhi juga dimana dalam sistem transportasi terdapat tiga tingkatan penanganan, yakni tingkat kebijakan (policy level), tingkat pengelolaan (management level) dan tingkat operasional (operating level).Pada tingkat kebijakan (policy level) dilakukan melalui review kebijakan baik yang di putuskan di tingkat pusat (UU, PP, Kepmenhub) maupun di daerah (Peraturan Daerah) yang berkaitan dengan penyediaan sistem angkutan umum. Penelaah akan dilakukan dengan mempergunakan analisis aspirasi dan persepsi yaitu aspirasi pembuat kebijakan dalam hal ini pemerintah (regulator) maupun persepsi pelaksana jasa transportasi (operator) dan pengguna (user).Analisis pada tingkat pengelolaan (managerial level) dilakukan dengan meninjau pengelolaan sistem angkutan umum di Propinsi Jawa Barat yang dilakukan oleh regulator yang dalam hal ini adalah jajaran Pemda Propinsi Jawa Barat (termasuk Dinas Perhubungan). Analisis ini meliputi aspek perencanaan yang berkaitan dengan penataan rute trayek, penetapan jenis dan jumlah armada, sistem tarif, proses perijinan dan aspek–aspek lain yang terkait. Analisis ini perlu dilakukan dalam usaha untuk mengidentifikasi akar permasalahan secara sistem untuk menemukan formula bagi usaha optimasi peranan dan fungsi sistem angkutan umum di Propinsi Jawa Barat.Analisis pada tingkat operasional (operational level) digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik permasalahan pada operasi angkutan umum di Propinsi Jawa Barat, baik yang timbul dari sisi permintaan maupun dari sisi sediaan jaringan angkutan umum yang ada. Penelaahan dilakukan secara spesifik terhadap pola interaksi setiap komponen sistem angkutan umum dan hasil yang diinginkan. Analisis ini utamanya berupa studi teknis yang mencakup besaran “input” (biaya investasi, biaya operasi, pemeliharaan, dll) dan besaran “output” (kapasitas layan, jumlah rit, kecepatan operasi, dll).

10 thoughts on “Permasalahan Angkutan Umum

  1. bank….. judul TA sy tentng perencanaan Operasional angkutan umum di kabupaten A.kira2 data2 apa sj yg perl sy cr n hal2 apa yg perlu sy jadikan permasalahn n n perencanaan. thankss

  2. mas tolong saya…
    bagaimana caranya menghitung kapasitas penumpang dalam satu trayek..?
    trus referensinya klau ada sekalian mas..
    trmksh..

    • Gampangnya gini : frekwensi perjalanan bus × kapasitas bus, misal bus dioperasikan 10 kali per harinya dan tempat duduknya 50 seat. Maka kapasitas angkut per harinya 10×50=500 pnp/hari. Kalo satu trayek ada 100 bus чğ dioperasikan, yaa tinggal kali lg aja dgn 100, jadi 50rb khan? *referensinya sy dah pada lupa, silakan cari sendiri.. Nuhun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s