tatrawil


Tataran Transportasi Wilayah (TATRAWIL) adalah tatanan transportasi yang terorganisasi secara kesisteman, terdiri dari transportasi jalan, transportasi kereta api, transportasi sungai dan danau, transportasi penyeberangan, transportasi laut, dan transportasi udara  yang masing-masing terdiri dari sarana dan prasarana yang saling berinteraksi membentuk suatu sistem pelayanan jasa transportasi yang efektif dan efisien, terpadu dan harmonis, yang berfungsi melayani perpindahan orang dan atau barang antar simpul atau antar Kota wilayah, dan dari simpul atau kota wilayah ke simpul atau kota nasional atau sebaliknya.

Dalam dokumen Tatrawil sebagai salah satu penjabaran dokumen Tatranas, diberikan definisi beberapa hal yang terkait dengan sistem transportasi yang mencakup jaringan transportasi, baik jaringan prasarana dan jaringan pelayanan yaitu:
Pelayanan transportasi adalah jasa yang dihasilkan oleh penyedia jasa transportasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa transportasi.
Jaringan transportasi adalah serangkaian simpul dan atau ruang kegiatan/ kawasan yng dihubungkan oleh ruang lalu lintas sehingga membentuk suatu kesatuan untuk keperluan penyelenggaraan transportasi.
Jaringan pelayanan transportasi adalah susunan rute-rute pelayanan transportasi yang membentuk satu kesatuan hubungan.
Jaringan prasarana transportasi adalah serangkaian simpul yang dihubungkan oleh ruang lalu lintas sehingga membentuk satu kesatuan.
Ruang lalu lintas adalah suatu ruang gerak sarana transportasi yang dilengkapi dengan fasilitas untuk mendukung keselamatan dan kelancaran transportasi. Wujud dari ruang lalu lintas berupa ruang lalu lintas jalan, jalan rel, alur pelayaran, dan jalur penerbangan. Khusus untuk ruang lalu lintas jalan di samping untuk lalu lintas kendaraan juga untuk lalu lintas orang dan hewan.
Simpul transportasi adalah suatu tempat yang berfungsi untuk kegiatan menaikkan dan menurunkan penumpang, membongkar dan memuat barang, mengatur perjalanan serta tempat pemindahan intramoda dan antarmoda. Wujud dari simpul berupa terminal transportasi jalan, stasiun kereta api, terminal perairan pedalaman, pelabuhan penyeberangan, pelabuhan laut, dan bandar udara.
Simpul transportasi nasional adalah simpul yang melayani pergerakan yang bersifat nasional, atau antar provinsi dan atau antar negara.
Simpul transportasi wilayah adalah simpul yang melayani pergerakan yang bersifat wilayah, atau antar kabupaten/ kota dan regional.
Simpul transportasi lokal adalah simpul yang melayani pergerakan yang bersifat lokal atau dalam kabupaten/ kota serta kecamatan/ pedesaan.
Transportasi antarmoda adalah transportasi penumpang dan atau barang yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi dalam satu perjalanan yang berkesinambungan.
Transportasi intramoda adalah transportasi penumpang dan atau barang yang menggunakan lebih dari satu jenis sarana dalam satu moda transportasi dalam satu perjalanan yang berkesinambungan.
Transportasi multimoda adalah transportasi barang dengan menggunakan paling sedikit 2 (dua) moda transportasi yang berbeda, atas dasar satu kontrak yang menggunakan Dokumen Transportasi dari suatu tempat barang diterima oleh operator transportasi multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penerimaan barang tersebut.
Kota nasional adalah kota-kota pusat pemerintahan, kota-kota pintu gerbang nasional, kota-kota pusat kegiatan ekonomi nasional, dan kota-kota yang memiliki dampak strategis terhadap kegiatan nasional, yang memenuhi kriteria Pusat Kegiatan Nassional.
Pusat Kegiatan Nasional (PKN) adalah kawasan perkotaan yang memenuhi salah satu atau semua kriteria sebagai berikut:
berfungsi atau berpotensi sebagai simpul utama kegiatan ekspor-impor atau pintu gerbang ke kawasan internasional;
berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa-jasa berskala nasional atau yang melayani beberapa provinsi;
berfungsi atau berpotensi sebagai simpul utama transportasi skala nasional atau melayani beberapa provinsi;
berfungsi atau berpotensi sebagai pusat utama pelayanan lintas batas antar negara di kawasan perbatasan.
Kota wilayah adalah kota-kota yang memiliki keterkaitan dengan beberapa kabupaten dalam satu provinsi, kota gerbang wilayah, kota-kota pusat kegiatan ekonomi wilayah dan kota-kota yang memiliki dampak strategis terhadap pengembangan wilayah provinsi, yang memenuhi kriteria Pusat Kegiatan Wilayah.
Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) adalah kawasan perkotaan yang memenuhi salah satu atau semua kriteria sebagai berikut:
berpotensi atau berfungsi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa-jasa yang melayani beberapa kabupaten;
berpotensi atau berfungsi sebagai simpul transportasi yang melayani beberapa kabupaten;
berpotensi atau berfungsi sebagai simpul kedua kegiatan ekspor-impor mendukung PKN.
Kota lokal adalah kota-kota yang memiliki keterkaiatan dengan beberapa kecamatan dalam satu kabupaten, kota gerbang lokal, kota-kota pusat kegiatan ekonomi lokal dan kota-kota yang memiliki dampak strategis teradap pengembangan kabupaten/ kota, yang memenuhi kriteria Pusat Kegiatan Lokal.
Pusat Kegiatan Lokal (PKL) adalah kawasan perkotaan yang memenuhi salah satu atau semua kriteria sebagai berikut;
berpotensi atau berfungsi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa-jasa yang melayani satu kabupaten atau beberapa kecamatan;
berpotensi atau berfungsi sebagai simpul transportasi yang melayani satu kabupaten atau beberapa kecamatan.

Landasan Tatrawil

Tatrawil diselenggarakan berdasarkan landasan Idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, landasan operasional peraturan perundangan di bidang transportasi, peraturan perundangan lainnya yang terkait di tingkat wilayah yaitu : Peraturan Daerah Prpvinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025;
, Perda No. 21 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Perhubungan dan Sistranas serta Tatranas.
Tujuan Tatrawil

Tujuan Tatrawil adalah terwujudnya transportasi yang efektif dan efisien dalam menunjang dan sekaligus menggerakkan dinamika pembangunan, meningkatkan mobilitas manusia, barang dan jasa, membantu terciptanya pola distribusi yang mantap dan dinamis, serta mendukung pengembangan wilayah dan lebih memantapkan perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam rangka perwujudan wawasan nusantara dan peningkatan hubungan antar wilayah dan nasional.

Sasaran Tatrawil

Sasaran Tatrawil adalah terwujudnya penyelenggaraan transportasi yang efektif dan efisien.
Efektif : dalam arti selamat, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, lancar dan cepat, mudah dicapai, tepat waktu, nyaman, tarif terjangkau, tertib, aman, serta rendah polusi  Efisien : dalam arti beban publik rendah dan utilitas tinggi dalam satu kesatuan jaringan transportasi wilayah  Selamat : dalam arti terhindarnya pengoperasian transportasi dari kecelakaan akibat faktor internal transportasi. Keadaan tersebut dapat diukur antara lain berdasarkan  perbandingan antara jumlah kejadian kecelakaan terhadap jumlah pergerakan kendaraan dan jumlah penumpang dan atau barang  Aksesibilitas Tinggi : dalam arti bahwa jaringan pelayanan transportasi dapat menjangkau seluas mungkin wilayah provinsi dalam rangka perwujudan wawasan nusantara dan ketahanan nasional. Keadaan tersebut dapat diukur antara lain dengan perbandingan antara panjang dan kapasitas jaringan transportasi dengan luas wilayah yang dilayani  Terpadu : dalam arti terwujudnya keterpaduan intramoda dan antarmoda dalam jaringan prasarana dan pelayanan, yang meliputi pembangunan, pembinaan dan penyelenggaraannya sehingga lebih efektif dan efisien  Kapasitas Mencukupi : dalam arti bahwa kapasitas sarana dan prasarana transportasi cukup tersedia untuk memenuhi permintaan pengguna jasa. Kinerja kapasitas tersebut dapat diukur berdasarkan indikator sesuai dengan karakteristik masing-masing moda, antara lain perbandingan jumlah sarana transportasi dengan jumlah penduduk  pengguna  jasa  transportasi, antara sarana dan prasarana, antara penumpang-kilometer atau ton-kilometer dengan kapasitas yang tersedia  Teratur : dalam arti pelayanan transportasi yang mempunyai jadual waktu keberangkatan dan waktu kedatangan. Keadaan ini dapat diukur antara lain dengan jumlah sarana transportasi berjadual terhadap seluruh sarana transportasi yang beroperasi  Lancar dan Cepat : dalam arti terwujudnya waktu tempuh yang singkat dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Keadaan tersebut dapat diukur berdasarkan indikator antara lain kecepatan kendaraan per satuan waktu  Mudah Dicapai : dalam arti bahwa pelayanan dari tempat asal perjalanan menuju sarana transportasi dan dari kendaraan ke tempat tujuan perjalanan mudah dicapai oleh pengguna jasa melalui informasi yang jelas, kemudahan mendapatkan tiket, dan kemudahan alih kendaraan. Keadaan tersebut dapat diukur antara lain melalui indikator waktu dan biaya yang dipergunakan dari tempat asal perjalanan ke sarana transportasi dan dari sarana transportasi ke tempat tujuan perjalanan

Tepat Waktu : dalam arti bahwa pelayanan transportasi dilakukan dengan jadual yang tepat, baiksaat keberangkatan maupun saat kedatngan, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan pasti. Keadaan tersebut dapat diukur antara lain dengan jumlah pemberangkatan dan kedatangan yang tepat waktu terhadap jumlah sarana transportasi berangkat dan datang  Tepat Waktu : dalam arti bahwa pelayanan transportasi dilakukan dengan jadual yang tepat, baiksaat keberangkatan maupun saat kedatngan, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan pasti. Keadaan tersebut dapat diukur antara lain dengan jumlah pemberangkatan dan kedatangan yang tepat waktu terhadap jumlah sarana transportasi berangkat dan datang  Nyaman : dalam arti terwujudnya ketenangan dan kenikmatan bagi penumpang selama berada dalam sarana transportasi. Keadaan tersebut dapat diukur dari ketersediaan dan kualitas fasilitas terhadap standarnya  Tarif Terjangkau : dalam arti terwujudnya penyediaan jasa transportasi yang sesuai dengan daya beli masyarakat menurut kelasnya, dengan tetap memperhatikan berkembangnya penyedia jasa transportasi. Keadaan tersebut dapat diukur berdasarkan indikator perbandingan antara pengeluaran rata-rata masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan transportasi terhadap pendapatan  Tertib : dalam arti pengoperasian sarana transportasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Keadaan tersebut dapat diukur berdasarkan indikator antara lain perbandingan jumlah pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku dengan jumlah perjalanan  Aman : dalam arti terhindarnya pengoperasian transportasi dari akibat faktor eksternal transportasi baik berupa gangguan alam, gangguan manusia maupun gangguan lainnya. Keadaan tersebut dapat diukur antara lain berdasarkan perbandingan antara jumlah terjadinya gangguan dengan jumlah perjalanan  Polusi Rendah : dalam arti polusi yang ditimbulkan sarana transportasi baik polusi gas buang di udara dan air, polusi suara maupun polusi getaran serendah mungkin. Keadaan tersebut dapat diukur antara lain dengan perbandingan antara tingkat polusi yang terjadi terhadap ambang batas polusi yang telah ditetapkan  Efisien : dalam arti mampu memberikan manfaat yang maksimal dengan pengorbanan tertentu yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah, operator, masyarakat dan lingkungan, atau memberikan manfaat tertentu dengan pengorbanan minimum. Keadaan tersebut dapat diukur antara lain berdasarkan perbandingan manfaat dengan besarnya biaya yang dikeluarkan
Sedangkan utilisasi merupakan tingkat penggunaan kapasitas sistem transportasi yang dapat dinyatakan dengan indikator seperti faktor muat penumpang, faktor muat barang dan tingkat penggunaan sarana dan prasarana.

Pola Pikir

Untuk mencapai maksud dan tujuan di atas, maka digunakan pendekatan dengan mengikuti pola pikir (gambar 1.1) yang bertitik tolak dari permasalahan adanya kesenjangan antara keadaan transportasi nasional saat ini dengan keadaan yang diharapkan terwujud di masa mendatang, dalam rangka memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada pengguna jasa transportasi.

Untuk mencapai keadaan transportasi wilayah sebagaimana yang diharapkan, obyek utamanya adalah jaringan pelayanan dan jaringan prasarana dari setiap moda transportasi yang melayani permintaan pergerakan penumpang dan barang di Provinsi Jawa Barat. Sedangkan subyek yang terlibat terdiri dari DPRD Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Bapeda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, asosiasi di bidang transportasi, konsumen jasa transportasi, serta pihak terkait lainnya.

Metoda yang digunakan adalah melalui penetapan berbagai kebijakan yang selanjutnya dirumuskan dalam beberapa strategi dimana dari masing-masing strategi kemudian dijabarkan upaya-upaya yang lebih konkret.

Berbagai instrumental input dan environmental input atau lingkungan strategis yang mempengaruhi kebijakan, strategi dan upaya pengembangan jaringan transportasi wilayah perlu dipertimbangkan secara komprehensif, terutama dampak yang ditimbulkannya.

Aspek legalitas yang berpengaruh antara lain peraturan perundangan transportasi, tata ruang dan otonomi daerah, serta dokumen Sistranas.
Aspek lingkungan strategis baik nasional, regional maupun lokal yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, dapat berperan sebagai peluang dan kendala.

9 gagasan untuk “tatrawil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s